Saya cukup terusik pada salah satu scene di film seri Korea, We Are All Trying Here, di mana saat itu kakak pemain pria utama, konon adalah penyair puisi yang banting setir menjadi pekerja serabutan berkata ketika menulis ada harapan untuk di baca.
Sedangkan saya di sini, menyatakan menulis seperti tidak ada yang membaca.
Rasanya naif ketika saya membuat blog ini tapi tidak ingin ada yang membacanya.
Tapi, keinginan terbesarnya adalah untuk menulis tanpa ada beban takut tidak sempurna, takut tidak sesuai fakta (meski bukan hoax-hanya saja mungkin sedikit tidak akurat), takut tidak bagus, takut tidak mendapatkan apresiasi.
Seperti kata-kata demotivasi yang biasa dilontarkan akun Instagram pembuat furniture custom, sebatproject,
“Tidak perlu takut miskin, toh kamu memang sudah miskin”
Hahahahaahhaha
Mungkin seperti itu juga perasaan saya, untuk apa merasa takut tulisan saya tidak bagus, kalau toh memang tidak bagus.
Anggap saja blog ini media saya untuk mengasah kemampuan menulis santai dan bebas, yang tidak selepas orang lain karena terlalu sering menulis dokumen hukum formal ataupun surel formal untuk klien.