Penutup mata, Dewi Iustitia

Written by

in

Anak sulung saya membuat custom mug, untuk diberikan pada gurunya, di akhir tahun ajaran ini.

Sebagai orang dengan lima love language, yang menjadikan memberi barang kepada orang lain sebagai hobi, saya tetiba ingin membuat custom mug untuk kantor.

Pertanyaan berikutnya, mau didesain apa ya?!

Akhirnya mencoba mencari inspirasi dengan menggoogling.

Lawyer quote, ketik saya di mesin pencarian.

Beberapa gambar berisi petikan-petikan kalimat muncul. Dan salah satunya membuat saya terdistraksi.

“The good lawyer knows the law, the clever one knows the judge”

Sebagai (mungkin) satu-satunya lawyer yang aktif beracara (atau dalam bahasa sederhana: bersidang) di Pengadilan Negeri Denpasar namun tidak ingat satupun nama hakim yang bertugas di sana, saya cukup tersindir.

Apakah saya sungguh bukan lawyer yang pintar?!

[walau saya cukup heran, kenapa saya tersindir, di saat saya lebih suka kata cerdas (atau intelligent) ketimbang pintar (clever) untuk menggambarkan kualitas diri seseorang]

Saya memang sempat mempertanyakan kenapa saya tidak mau repot menghafal nama hakim ketika sebagian besar teman lawyer saya cukup fasih menyebut nama hakim yang sidang hanya dengan satu kali lirik.

Saya yang sedari awal tidak merasa itu hal yang cukup penting, mulai bertanya, “apakah penting untuk mengetahui nama mereka?”; “apakah penting untuk menjalin atau mencari kedekatan dengan mereka?”

Buat saya, mereka hanyalah petugas dengan tanggung jawab besar, petugas mana dipersamakan dengan Tuhan di muka bumi, dalam satu dari sekian banyak teori di ilmu hukum.

Apakah saya harus mengenalnya? Apakah saya harus menyembahnya?

Lalu saya ingat Dewi Iustitia, Dewi Keadilan yang memegang timbangan dan pedang menghadap ke bawah, yang juga memakai penutup mata.

sumber: hukumonline.com

Saya tetap tidak merasa perlu menghapal nama-nama hakim itu, meski kemudian dianggap tidak clever.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *