Alat rumah tangga yang semakin berteknologi tinggi

Written by

in

Di rumah ada mesin cuci baru.

“Ga ada suaranya, Mah,” kata anak saya memberi laporan lewat aplikasi perpesanan saat bapaknya langsung mencoba mesin cuci baru itu.

Merknya bukan Samsung, Electrolux, LG, ataupun Sharp, tapi Xiaomi. Rasanya agak ga nyaman aja mendengar merek hp memproduksi home appliances.

“Eh, jangan salah, Magic Com aku juga merek Xiaomi. Mesin cuci itu pasti bisa dinyalakan pakai Wi‑Fi deh, kayak Magic Com aku,” kata Ayu, teman baik saya, menimpali cerita soal mesin cuci ini saat makan siang.

“Hah, magic com ada wifinya, untuk apa?” tanya saya heran.

“Ya, biar bisa nyalain pas lagi tidur-tiduran”, jawabnya.

“Ya, tapi kan berasnya tetap harus kamu cuci dan masukin manual, kan?! Terus Wi‑Fi itu menggantikan peran kamu nge-klik tombol Cook, gitu?!” komentar saya.

“Harusnya jangan setengah-setengah ya, kalau berinovasi. Sekalian mestinya ada tangki air dan beras, jadi bisa masukin beras, cuci beras, masak, terus kalau nasinya abis bisa cuci wadahnya dan siap untuk mencuci dan memasak nasi lagi?! Gitu kali ya,” kata Ayu sambil tertawa.

Saya tidak sanggup membayangkan Magic com super modern yang mungkin akan sebesar dispenser air karena harus ada tangki air sekian liter dan wadah beras untuk sekian kilogram. Bukan tidak mungkin, karena ada mesin untuk membuat susu formula bayi dengan cara kerja yang serupa.

Lama-lama, kemampuan memasak nasi dengan cara mengukus menggunakan dandang akan punah.